expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Follow me

Tampilkan postingan dengan label #The Pledge. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #The Pledge. Tampilkan semua postingan

17 Maret 2013

THE PLEDGE (Part III)


Title : THE PLEDGE

Finishing : Maret 2011

Note Author : This is was edited for competition horror novel at ended  2011

 

PART III

 
~*~

 
"Aku mau Toshiya tenang." tutur Kyo.

Daisuke bergeleng-geleng, tak habis pikir dengan pemikiran Kyo yang masih belum jera.

"Heh, Kyo. Sudahlah, biarkan saja masalah ini. Kau tidak ingat kemarin itu kita semua hampir mati?" tolaknya.

"Kita semua akan mati kok. Cepat atau lambat, karena ulah Toshiya atau bukan, kita semua tidak akan ada yang bisa hidup abadi."

THE PLEDGE (Part II)


Title : THE PLEDGE

Finishing : Maret 2011

Note Author : This is was edited for competition horror novel at ended  2011

 
PART II

~*~

  

Kyo melamun kala itu. Walau pelajaran sedang berlangsung, pikirannya tak fokus memperhatikan pelajarannya. Jauh dari pelajaran yang sekarang sedang dibahas, pikirannya melambung tinggi tentang percakapannya tadi malam dengan Toshiya di tepian bendungan.

"Bagaimana caranya aku membantumu?"

"Kau hanya perlu memberitahukannya kalau aku masih disini."

"Pada siapa?"

"Pada orang yang kutunggui selama ini."

Kyo tertawa aneh. "Bagaimana aku bisa tahu orang itu? Bahkan aku tidak pernah bertemu dengannya."

Tapi Toshiya tetap tenang, malah kini dia menunjuk sudut jembatan yang kembali tergeletak sebuket kembang kecil. Kyo tak memperhatikan sebelumnya, siapa orang yang selalu memberikannya karangan bunga?

"Apa orang itu berada di sekitar sini?" tanya Kyo penasaran.

"Tidak.”

"Lalu bagaimana cara aku menemukannya?"

Toshiya tersenyum. "Dua hari lagi, pagi buta. Kau datanglah kemari, dia akan datang memberikan karangan bunga untukku. Mengenangku, mengenang kematian pada hari itu."

            Kyo terhenyak.

 

THE PLEDGE

Title : THE PLEDGE

Finishing : Maret 2011

Note Author : This is was edited for competition horror novel at ended 2011



PART I

 
~*~

 

'Hiks...hiks...'

Suara-suara tangis itu terus terdengar di telingaku. Mata yang berkaca-kaca tatkala menatap kedua potrait usang didepan altar. Dihiasi bunga-bunga beraneka rupa. Dupa-dupa yang terus menyalakan asap berbau khas. Sesajian dalam cawan, buah ranum yang terlihat sayu walau sebenarnya segar. Kedua potrait itu tersenyum, walau mereka telah terbujur kaku. Dalam peti mati kayu yang kokoh, jasad itu terkulai. Jasad ayah dan ibu...

 "Kyoo~ tabahkan hatimu. Ikhlaskan mereka, nak..."

Aku tak ingat bagaimana cara mengikhlaskan mereka agar mereka bisa tenang. Walau Paman dan Bibi terus menerus menyerukan permintaan itu padaku. Aku berusaha. Tapi airmata ini tidak mau berhenti mengalir. Jika kulihat ada senyum Ayah dan Ibu terpatri, walau itu hanya dari sebuah gambar mati potrait tua. Namun senyum mereka jelas terpatri dalam ingatanku. Dengan kedua tanganku, aku merangkul kedua potrait orang tuaku. Berjalan beriringan dengan keluarga. Mengantarkan mereka ke peristirahatan terakhir.

Pemakaman.